Tips Sehat untuk Penderita Kanker

Tips Sehat untuk Penderita Kanker

 

Kanker merupakan salah satu penyakit yang ditakuti banyak orang karena dapat menimbulkan kematian. Sayangnya, jumlah penderita kanker dewasa ini justru semakin bertambah seiring dengan meningkatnya polusi, radikal bebas, dan perubahan gaya hidup.

Bagi Anda yang pernah menderita kanker dan sedang menjalankan terapi pengobatan ,sangat disarankan sekali untuk menjalani pola hidup sehat dengan memperhatikan gaya hidup dan pola makan yang baik. Karena walaupun sudah berhasil menjalani pengobatan dan dinyatakan sehat dan bebas dari kanker masih harus tetap menjaga pola hidup. Sehingga , pola makan dan gaya hidup orang yang telah terlepas dari kanker juga harus dijaga dan diperhatikan agar tidak menimbulkan resiko kambuh , mempercepat pemulihan, meningkatkan kualitas hidup,serta memperbaiki gangguan fungsi tubuh yang muncul ketika melakukan pengobatan.

Makanan seperti apa yang baik untuk mantan penderita kanker?

Makanan yang baik dan sehat bagi mereka yang pernah menderita kanker yaitu sayur dan buah- buahan. kubis, bawang putih, bawang bombai, kedelai, kunyit, teh hijau, tomat, jeruk, cokelat, dan buah-buahan beri, seperti bluberi dan stroberi .

Menerapkan pola makan yang sehat, terbukti dapat mencegah kekambuhan pada mantan penderita kanker alias cancer survivor. Banyak penelitian yang mengemukakan bahwa orang yang biasa mengonsumsi buah dan sayur dalam porsi yang lebih banyak akan lebih tetap sehat dibandingkan dengan mengonsumsi daging merah lebih banyak.

Ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada kelompok mantan penderita kanker payudara, yang menyatakan bahwa mengonsumsi banyak buah, sayur, gandum, daging unggas, serta ikan bisa menurunkan sebanyak 15% risiko kekambuhan dibandingkan dengan mengonsumsi banyak daging merah, makanan manis, makanan berlemak, dan fast food. Sedangkan pada penelitian yang melibatkan mantan penderita kanker usus, dibuktikan bahwa kelompok yang setelah menjalani pengobatan kemudian menerapkan pola makan ala barat, seperti sering mengonsumsi daging merah dan lemak jenuh, memiliki risiko kambuh lebih besar  dan kematian lebih cepat daripada kelompok yang mengonsumsi banyak sayur dan buah.

Penelitian lainnya juga menyatakan hal yang sama, yaitu mengonsumsi lebih banyak ikan, tomat, dan berbagai makanan yang mengandung lemak tidak jenuh bisa menurunkan risiko kekambuhan pada mantan penderita kanker prostat. Sementara pada mantan penderita kanker telur atau ovarium, mengonsumsi sayuran yang banyak setiap harinya dapat menghindarkan kanker ovarium tersebut muncul kembali.

Hubungan antara makan daging merah dan berbagai makanan yang mengandung lemak yang tinggi dengan kejadian kanker memang belum jelas, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa daging merah yang dikonsumsi dapat meningkatkan peradangan pada jaringan tubuh. Peradangan ini dianggap dapat memicu rertumbuhan kanker. Sayur dan buah-buahan mengandung antioksidan seperti betakaroten, likopen, dan vitamin A, C, dan E yang bisa menjaga sel tubuh dari radikal bebas, yaitu pembentukkan zat dalam tubuh yang merusak sel normal dan menimbulkan berbagai penyakit.

Pola Makan untuk Mencegah Kanker

Meski disebabkan oleh banyak faktor, risiko terkena kanker dapat diturunkan dengan menerapkan pola hidup sehat. Termasuk di antaranya dengan mengatur pola makan Anda. Berikut ini tips utama dalam mengatur pola makan untuk mencegah kanker:

  • Mengatur komposisi makanan
    Kombinasi diet yang tepat dapat menurunkan risiko terkena kanker dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja. Penelitian yang dilakukan American Institute for Cancer Research (AICR) menganjurkan agar Anda menerapkan diet berbasis nabati. Yakni dengan memenuhi dua pertiga porsi makanan Anda dengan sayuran, buah-buahan, dan serealia utuh, sementara sepertiga lainnya dapat ditambahkan daging atau ikan.
  • Perbanyak warna dalam masakan Anda
    Bukan dengan pewarna makanan buatan, namun dengan memperbanyak variasi makanan dalam piring Anda. Seperti telah banyak diketahui, tumbuhan memiliki berbagai warna tergantung dari pigmen yang dikandungnya. Semakin beragam warna makanan Anda, semakin banyak nutrisi yang akan Anda dapatkan. Utamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang berwarna hijau, merah, dan oranye gelap karena kandungan nutrisinya semakin tinggi.
makanan untuk melawan kanker
Lawan kanker dengan kombinasi makanan sehat. source
  • Jangan lewatkan waktu sarapan
    Asam folat merupakan vitamin B penting yang dapat melindungi tubuh dari risiko terkena kanker usus besar, rektum, dan payudara. Anda bisa menemukan asam folat dalam berbagai menu sarapan. Misalnya saja pada sereal dan produk gandum utuh lainnya, jus jeruk, jus melon, jus stroberi, asparagus, dan telur.

Anda pun bisa menemukannya dalam polong-polongan, biji bunga matahari, dan sayur berdaun hijau seperti bayam atau selada. Cara terbaik untuk mendapatkan asam folat ini adalah dengan mengkonsumsi sayur, buah, dan produk gandum utuh segar, bukan dari pil suplemen.

  • Kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan
    Untuk mengurangi risiko terkena kanker usus besar dan colorectal, AICR menganjurkan agar konsumsi daging merah seperti daging sapi, babi, atau domba dibatasi sebanyak 510 g per minggu. Mereka juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging olahan seperti ham, sosis, dan hot dog yang dimasak melalui pengasapan, pembakaran, atau pengasinan.
  • Rajin mengonsumsi tomat
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tomat dapat menurunkan risiko terkena beberapa tipe kanker termasuk kanker prostat. Produk olahan tomat seperti jus, saus, dan pasta pun diduga dapat meningkatkan potensi pencegahan kanker. Meski demikian, masih belum diketahui secara pasti apakah hal ini disebabkan karena kandungan likopen yang tinggi pada tomat atau karena faktor lainnya.
  • Sering minum teh hijau
    Teh terutama teh hijau dikenal akan kandungan anti oksidannya yang tinggi dan dapat menurunkan risiko terkena kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau memperlambat atau mencegah perkembangan sel kanker di usus besar, liver, payudara, dan prostat. Efek serupa juga ditunjukkan di jaringan paru-paru dan kulit. Dalam penelitian lebih lanjut, teh sering dikaitkan dengan penurunan risiko kankerperut, kandung kemih, dan pankreas.
  • Banyak mengonsumsi anggur
    Anggur terutama yang berwarna ungu dan merah kaya akan resveratol yang memiliki senyawa anti oksidan dan anti inflamasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anggur mampu mencegah kerusakan yang memicu terbentuknya kanker pada sel tubuh. Salah satu studi yang diterbitkan di Translational Oncology juga menunjukkan bahwa kombinasi folifenol pada anggur merah dapat mencegah perkembangan sel kanker payudara pada tikus.
  • Batasi konsumsi alkohol
    Alkohol diyakini dapat meningkatkan risiko terkena kanker mulut, tenggorokan, laring, esofagus, liver, payudara, usus besar, dan rectum. Peneliti menduga hal ini disebabkan oleh sifat alkohol yang dapat merusak DNA secara langsung, terutama jika dikombinasikan dengan merokok. AICR pun merekomendasikan agar konsumsi alkohol dibatasi tidak lebih dari dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas untuk wanita.
  • Perbanyak minum air putih
    Air tidak hanya dapat melegakan dahaga, namun juga dapat mencegah timbulnya kanker kandung kemih. Pasalnya, cairan dapat mengencerkan konsentrasi zat penyebab kanker di kandung kemih. Memperbanyak asupan cairan juga membuat Anda lebih sering buang air kecil sehingga mempersingkat kontak antara zat tersebut dengan sistem perkemihan Anda.
  • Rajin makan polong-polongan
    Sudah bukan rahasia lagi jika polong-polongan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Polong-polongan pun diyakini dapat membantu memerangi kanker. Hal ini dikarenakan polong-polongan mengandung fitokimia yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas pemicu kanker. Dalam beberapa penelitian, fitokimia tersebut mampu memperlambat pertumbuhan tumor dan mencegahnya mengeluarkan zat yang dapat merusak sel ubuh.
  • Perbanyak makan sayuran berdaun gelap dan kubis-kubisan
    Sayuran Cruciferae atau Brassicaceae seperti brokoli, sawi, selada, kembang kol, kubis, pakcoy, dan kale mengandung komponen yang dapat melindungi tubuh dari kanker usus besar, payudara, paru-paru, dan serviks. Begitu pula dengan sayuran berdaun gelap seperti bayam dan kangkung yang kaya akan serat, asam folat, dan karotenoid. Senyawa-senyawa tersebut diduga dapat melindungi tubuh dari serangan kanker pangkal tenggorokan, mulut, paru-paru, pankreas, perut, dan kulit.
  • Gunakan rempah-rempah
    Kurkumin merupakan bahan utama yang terdapat pada kunyit dan berpotensi mencegah kanker. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurkumin dapat menekan transformasi, proliferasi, dan invasi berbagai macam sel kanker. Beberapa rempah lain seperti cengkeh, oregano, jahe, dan kayu manis juga mengandung banyak anti oksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
  • Olah makanan secara tepat
    Tak hanya bahan makanan, cara Anda memasak pun berpengaruh terhadap risiko terjadinya kanker. Menggoreng, membakar, dan memanggang daging dengan temperatur sangat tinggi dapat membentuk senyawa karsinogen yang menyebabkan kanker. Cobalah menggunakan metode memasak lainnya seperti merebus atau mengkukus untuk meminimalisir terbentuknya karsinogen.
  • Perbanyak makan buah beri
    Stroberi, blueberry, raspberry dan buah-buahan beri lainnya memiliki senyawa fitokimia yang disebut asam elagik. Senyawa yang termasuk anti oksidan ini diduga dapat memerangi kanker dengan beberapa cara sekaligus, termasuk menonaktifkan substansi penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  • Kurangi konsumsi gula dan garam
    Gula mungkin tidak menyebabkan kanker secara langsung, namun dapat menghilangkan nutrisi lain yang dapat membantu melawan kanker. Gula juga dapat meningkatkan jumlah kalori dalam tubuh yang dapat memicu obesitas dan meningkatkan risiko terkena kanker. Coba gantikan gula Anda dengan madu atau buah yang kaya akan nutrisi bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi garam pun perlu dibatasi agar tidak lebih dari 2,4 g dalam sehari. Penelitian menunjukkan bahwa asupan garam berlebih dapat merusak lapisan perut. Para ahli menilai hal itu bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker perut.
  • Jangan hanya mengandalkan suplemen
    Vitamin memang membantu mencegah kanker, namun baru bisa berfungsi maksimal jika diperoleh dari makanan. American Cancer Society dan AICR menekankan bahwa memperoleh nutrisi pencegah kanker dari makanan seperti polong, buah, dan sayuran jauh lebih baik daripada mendapatkannya dari suplemen. Pasalnya, konsumsi suplemen dalam dosis tinggi justru diperkirakan dapat mempengaruhi risiko terkena kanker.

 

Panduan pola makan untuk survivor kanker

American Cancer Society dan World Cancer Research Fund menganjurkan para mantan penderita kanker untuk:

  • Makan sayur dan buah setidaknya 2,5 gelas per hari atau setidaknya  mengonsumsi 5 porsi dalam satu hari, yang setara dengan 400 gram.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti lemak omega 3 pada ikan, dibandingkan dengan makanan yang mengandung lemak trans atau jenuh seperti yang ada pada kulit ikan, lemak daging, dan berbagai makanan kemasan.
  • Memilih protein yang akan dimakan, pastikan memilih protein yang rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan.
  • Lebih baik untuk mengganti sumber karbohidrat dengan nasi merah, gandum, atau sereal gandum yang memiliki serat tinggi.
  • Membatasi dalam mengonsumsi daging merah, yaitu kurang dari 500 gram daging dalam satu minggu dan tidak mengonsumsi yang sudah menjadi makanan olahan.
  • Membatasi penggunaan garam dalam makanan dan hanya mengonsumsi garam sebanyak 6 gram (2,4 gram natrium) dalam satu hari.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu manis dan memiliki kalori tinggi dari gula.

Mantan penderita kanker, sebenarnya sama seperti orang yang sehat yang membutuhkan semua jenis zat gizi untuk menunjang kesehatannya. Namun, yang harus diperhatikan adalah komposisi dari makanannya. Menurut Institute of Medicine mantan penderita kanker lebih rentan untuk terkena berbagai penyakit jantung, oleh karena itu komposisi makanannya harus diatur, seperti:

  • Kebutuhan lemak yaitu 20% hingga 35% dari total energi
  • Kebutuhan karbohidrat yaitu 45% hingga 65% dari total energi
  • Kebutuhan protein, yaitu 10% hingga 35% dari total energi dalam sehari.

Dengan mengatur nutrisi dan zat gizi yang didapatkan dari makanan yang masuk ke dalam tubuh, dapat menjaga kondisi kesehatan serta mencegah berbagai dampak buruk yang mungkin saja terjadi akibat pengobatan kemoterapi atau radiasi.

Pentingnya menjaga berat badan

Sebagian besar dari pasien yang sedang menjalankan pengobatan kanker pasti mengalami penurunan atau kenaikan berat badan. Oleh karena itu, ketika sudah selesai pengobatan dan sedang masa pemulihan, maka lebih baik mengembalikan berat badan normal untuk mencegah berbagai komplikasi yang mungkin terjadi. Berat badan yang berlebih telah terbukti berhubungan dengan peningkatan kejadian beberapa kanker seperti, kanker payudara, tenggorokan, usus, dan rektum, hati, kandung kemih, prostat,dan pankreas.

Mantan penderita kanker yang memiliki berat badan berlebih harus mengurangi berat badannya secara bertahap dan menerapkan diet yang baik dan sehat. Idealnya, dalam satu minggu berat badan turun sebanyak 1 kg dan tidak baik jika melebihi itu. Sedangkan untuk orang yang mengalami kekurangan gizi atau indeks massa tubuhnya kurang dari normal, maka konsultasikan hal tersebut pada ahli gizi atau dokter untuk menaikkan berat badan menjadi normal

Suplemen herbal Terbaik untuk kanker 

Berminat untuk terapi dengan produk herbal alami , obat herbal untuk terapi pengobatan kanker , silahkan langsung hubungin CS kami untuk mendapatkan produk herbal terbaik untuk kanker asli dan original. Langsung hubungin CS kami via Telphon/wa/sms/bbm!

You may also like...

%d bloggers like this: